Marat, Samsunuwiyati and Idulfilastri, Rita Markus and Dewi, Fransisca Iriani Roesmala and Bahiyah, Siti PERBEDAAN FAKTOR RISIKO RESILIENSI PADA TINGKAT SISWA SMP, SMA DAN MAHASISWA POLITEKNIK (STUDI KASUS PADA SEKOLAH DI JAKARTA, JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR). PERBEDAAN FAKTOR RISIKO RESILIENSI PADA TINGKAT SISWA SMP, SMA DAN MAHASISWA POLITEKNIK (STUDI KASUS PADA SEKOLAH DI JAKARTA, JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR).
|
Text
buktipenelitian_10797002_4A235608.pdf Download (644kB) |
Abstract
Penelitian mengenai resiliensi remaja secara indegenous belum banyak dilakukan. Penelitian mengenai faktor-faktor
risiko di dalam resiliensi remaja Cina Benteng telah ditemukan adanya 7 (tujuh) faktor risiko yang dihadapi remaja
yaitu (1) bencana alam (banjir), (2) pergaulan seks bebas, (3) penyalahgunaan narkoba, (4) bullying, (5) kemacetan
lalu lintas, (6) pemalakan, (7) informasi negatif dari media sosial. Ke tujuh faktor risiko ini digunakan untuk
menguji faktor risiko pada remaja dengan cakupan remaja yang lebih luas dan mempertahankan keragaman
indigenous. Tujuan penelitian adalah menguji apakah ada perbedaan sikap pada remaja SMP, SMA dan Perguruan
Tinggi sehingga remaja mampu bertahan atau keluar dari kesulitan hidupnya berdasarkan 7 faktor risiko resileiensi.
Jumlah partisipan sebanyak 567 orang terdiri dari siswa SMP sebanyak 179 orang, siswa SMA sebanyak 221 orang
dan mahasiswa duduk di semester 1 sebanyak 167 orang, sedangkan wilayah pengambilan data di Jakarta, Jawa
Tengah-kota Purwokerto dan Jawa Timur-kota Bojonegoro. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 22 dengan
teknik statistik One-way ANOVA. Hasil pengujian adanya perbedaan (sig.< 0,05) pada faktor risiko bencana
alam/banjir, perilaku seks bebas, narkoba, kemacetan lalu lintas dan informasi negatif dari media sosial. Artinya,
siswa SMP, siswa SMA dan mahasiswa bersikap berbeda-beda terhadap faktor-faktor risiko tersebut. Sedangkan
faktor risiko bullying tidak terbukti adanya perbedaan (sig.>0,05), dengan demikian ditanggapi dengan sikap sama
antara siswa SMP, SMA dan Politeknik. Jika ditinjau dari tingkat pendidikan terbukti siswa SMA dan SMP bersikap
sama (sig.>0,05) pada faktor risiko bencana alam dan kemacetan lalu lintas. Sedangkan, mahasiswa dan siswa
mempunyai kesamaan sikap pada faktor risiko informasi negatif di media sosial. Terkait dengan budaya lokal
terbukti bahwa remaja SMA di Jakarta, Purwokerto dan Bojonegoro berbeda sikap menyingkapi risiko yang
dihadapinya terutama mengenai narkoba. Namun kesamaan sikap ketika dihadapi oleh situasi pemalakan dan
mendapatkan informasi negatif dari sosial media. Remaja Jakarta mempunyai banyak sikap berbeda dengan remaja
di Purwokerto dan Bojonegoro.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Penelitian > Fakultas Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Psikologi > Psikologi |
| Depositing User: | Puskom untar untar |
| Date Deposited: | 04 Jan 2021 08:43 |
| Last Modified: | 04 Jan 2021 08:43 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/14166 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
