Solikhah, Nafiah KAJIAN ARSITEKTUR KOTA PANTAI CIREBON DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA. KAJIAN ARSITEKTUR KOTA PANTAI CIREBON DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA.
|
Text
buktipenelitian_10311017_7A151633.pdf Download (991kB) |
Abstract
Kota Cirebon merupakan kota pantai dengan karakter heterogen. Hal ini dikarenakan perannya sebagai kota pelabuhan dan
perdagangan sekaligus memiliki empat Karaton, yaitu: Karaton Kasepuhan, Karaton Kanoman, Karaton Kaceribonan, dan
Karaton Keprabonan. Pelabuhan Cirebon memiliki peran penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran Nusantara sejak
abad ke-15 Masehi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakter spasial kota Cirebon serta menyusun strategi
pengembangan sebagai kawasan pesisir bersejarah. Penelusuran karakter spasial kota Cirebon menggunakan metode
penelusuran sejarah (diachronic reading) dan synchronic reading dengan pelabuhan Cirebon sebagai titik tolak dalam 3 (tiga)
periode, yaitu: Pra Tradisional – Tradisional (1445-1596), Pasca Tradisional era Kolonial (1596-1945), Pasca Tradisional
era Pemerintahan RI (1945-sekarang). Berdasarkan peta dari setiap periode dapat ditelusuri landasan konsep arsitektur kota
Cirebon. Adapun faktor yang dianalisa adalah tema, ragam dan pola kota yang dikaji secara deskriptif evaluatif. Berdasarkan
hasil kajian diketahui bahwa Tema kota Cirebon terstruktur oleh permukiman yang terlihat dari adanya kantong kota atau
pocket area (Pecinan, European Settlement, dan Native Settlement) dengan pertumbuhan menyebar (scattered growth). Ragam
Perkembangan kota Cirebon jika dilihat dari asal pertumbuhan adalah kota yang tumbuh secara alamiah tanpa perancangan
dengan titik awal pertumbuhan dan perkembangan kota adalah kegiatan pelabuhan Cirebon yang kemudian berkembang
secara menyebar didasarkan pada kegiatan manusia khususnya aktivitas ekonomi dan sosial budaya. Pola ruang kota Cirebon
berdasarkan derajat aturan tetap (regularity) dikategorikan dalam Irreguler City karena terbentuk secara alami dan cenderung
menyebar. Sebagai kawasan pesisir bersejarah, maka strategi pengembangan kawasan yang diusulkan adalah Proses
Manajemen Konservasi, meliputi: Memberdayakan Urban Heritage, Partisipasi Masyarakat, Pendekatan Ekonomi,
Pendekatan Aktivitas Budaya.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Penelitian > Fakultas Teknik |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur |
| Depositing User: | Puskom untar untar |
| Date Deposited: | 22 Dec 2020 12:08 |
| Last Modified: | 22 Dec 2020 12:08 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/13783 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
