NATASHA, NATASHA (2011) nalisis putusan Nomor 490/Pid.B/2009/PN.Jkt.Sel (studi kasus KDRT oleh Poedji Rahardjo terhadap Nazwita Indra) / oleh Natasha. Skripsi thesis, UNIVERSITAS TARUMANAGARA.

[thumbnail of studi kasus KDRT oleh Poedji Rahardjo terhadap Nazwita Indra.pdf]
Preview
Text
studi kasus KDRT oleh Poedji Rahardjo terhadap Nazwita Indra.pdf

Download (46kB) | Preview

Abstract

abstrak A.Nama (NIM) :NATASHA (205060088) B.Judul Skripsi
:?Analisis Putusan Nomor 490/Pid.B/2009/PN.JKT.SEL(Studi Kasus
KDRT Oleh Poedji Rahardjo Terhadap Nazwita Indra)? C.Halaman : ix
+ 76 halaman D.Kata Kunci : Hukum Acara Pidana, Tindak Pidana
Kekerasan E. Isi : Dewasa ini banyak sekali terjadi kekerasan di dalam
rumah tangga, padahal selama ini wilayah rumah tangga dianggap
sebagai tempat yang aman karena seluruh anggota keluarga merasa
damai dan terlindungi. Dengan dikeluarkannya peraturan mengenai
KDRT yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang
Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga memberikan
perlindungan hukum bagi para korban KDRT. Dalam UU ini tidak
hanya diatur mengenai kekerasan fisik, tetapi sudah diatur pula
mengenai kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran
rumah tangga. Dalam kasus KDRT yang dilakukan Poedji Rahardjo
terhadap Nazwita Indra dan Dimas, ia tidak hanya melakukan
kekerasan fisik seperti mencekik, memukul. Di dalam kasus ini Poedji
Rahardjo juga melakukan kekerasan psikis yaitu mengancam ingin
membunuh dan menculik mereka, sehingga timbul rasa ketakutan dan
trauma berat dalam diri mereka. Mengapa dalam pemberian sanksi,
hakim tidak mempertimbangkan kekerasan psikis yang mendahului
kekerasan fisik sebagai upaya pemberatan dalam penjatuhan sanksi?
Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan Metode
Penelitian Hukum normatif. Hakim tidak mempertimbangkan
kekerasan psikis sebagai upaya pemberat dalam penjatuhan sanksi
karena akibat dari kekerasan psikis tidak dapat langsung terlihat
seperti pada kekerasan fisik, oleh karena itu hal tersebut cenderung
diabaikan. Seharusnya dalam pemberian sanksi kekerasan psikis juga
menjadi pertimbangan hakim sebagai upaya pemberat dalam
penjatuhan sanksi, karena jika dilihat dari fakta-fakta yang ada korban
juga mengalami kekerasan psikis. F.Acuan : 38 (1981 ? 2009)G.Pembimbing : Yuwono Prianto, S.H., M.H. H.Penulis : Natasha

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Puskom untar untar
Date Deposited: 08 Jun 2017 01:54
Last Modified: 08 Jun 2017 01:54
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/1193

Actions (login required)

View Item View Item