DWI DEILA, WULANDARI (2011) Dampak pernyataan yang berpotensi menyesatkan pada iklan niaga bagi konsumen ditinjau dari Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen / oleh Dwi Deila Wulandari. Skripsi thesis, UNIVERSITAS TARUMANAGARA.
Preview |
Text
Dampak pernyataan yang berpotensi menyesatkan.pdf Download (46kB) | Preview |
Abstract
abstrak (A) Nama: Dwi Deila Wulandari (NIM: 205070039). (B) Judul
Skripsi: Dampak Pernyataan yang Berpotensi Menyesatkan pada Iklan
Niaga bagi Konsumen Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun
1999 tentang Perlindungan Konsumen. (C) Halaman: xii + 181 + 22 +
2010. (D) Kata Kunci: Dampak Pernyataan Menyesatkan, Iklan Niaga,
Konsumen. (E) Isi: Iklan berpotensi menyesatkan konsumen ketika
informasi yang disampaikan pelaku usaha periklanan keliru, salah dan
tidak tepat mengenai barang dan/atau jasa. Pernyataan pada iklan
Milkita yaitu ?7 permen susu Milkita = 1 gelas susu berkalsium tinggi?
atau ?2 permen lolipop Milkita = 1 gelas susu?, melanggar EPI Bab III
A No. 1.19.3. bahwa perbandingan tak langsung harus didasarkan
pada kriteria yang tidak menyesatkan, dengan demikian iklan ini
melanggar Pasal 17 Ayat (1) Huruf (f) UUPK yang mengakui
keberadaan EPI. Bagaimana dampak pernyataan yang berpotensi
menyesatkan pada iklan niaga bagi konsumen ditinjau dari UndangUndang
Nomor
8
Tahun
1999 tentang
Perlindungan
Konsumen?
Penulis
meneliti
masalah
tersebut
dengan
menggunakan
metode
penelitian
hukum
normatif
disertai
wawancara
dengan
para
pihak
terkait.
Iklan
Milkita
ini
berfungsi
memberikan
informasi,
mempersuasi
dan
mengingatkan
konsumen,
namun
karena
iklan
ini
sengaja
memberikan
perbandingan
yang
menyesatkan
antara
permen
Milkita
dan
susu
maka
iklan
Milkita
dapat
dikategorikan
sebagai
fraudulent
misrepresentation.
Iklan
ini
tidak
sesuai
dengan
asas
EPI
dan
UUPK.
Data penelitian dan analisis memperlihatkan dampak yang
ditimbulkan yaitu kesalahan persepsi konsumen, motivasi dan sikap
konsumen didasarkan pada informasi yang keliru, kebiasaan
konsumen untuk mengkonsumsi permen tersebut secara teratur akan
mengganggu kesehatannya, edukasi yang salah tentang manfaat
permen Milkita akan terus mempengaruhinya dan secara finansial
konsumen telah mengeluarkan uang dengan sia-sia. Sebaiknya
pemerintah membuat undang-undang tentang periklanan sebagai
standardisasi dalam dunia periklanan agar tercipta kepastian hukum
bagi para pihak. (F) Acuan: 45 (1986-2010). (G) Pembimbing Christine
S.T. Kansil, S.H., M.H. (H) Penulis Dwi Deila Wulandari
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Puskom untar untar |
| Date Deposited: | 31 May 2017 02:44 |
| Last Modified: | 31 May 2017 02:44 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/1144 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
